
Basuki Tajahaja Purnama atau Ahok awalnya berniat mencalonkan diri lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 melalui jalur perseorangan.
Gubernur petahana tersebut pun menggandeng bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pilihannya, seorang birokrat, Heru Budi Hartono.
Dibantu kelompok relawannya, Teman Ahok, Ahok mengumpulkan kartu tanda penduduk atau KTP warga Jakarta minimal 750 ribu sebagai syarat jika bertarung melalui jalur persorangan atau independen.
Saat Teman Ahok susah payah mengumpulkan KTP, partai politik pun merapat agar Ahok bisa diusung melalui jalur partai politik.
Ada dua partai telah mendeklarasikan dukungan, yakni Partai Nasdem dan Partai Hanura.
Lalu, dua partai lainnya berbasis Islam, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Amanat Nasional dikabarkan sedang mendekati Ahok.
Seorang bakal calon gubernur, Ahmad Dhani ‘meradang’.
Suami siri penyanyi Mulan Jameela itu tak tega jika dua partai berbasis Islam mendukung bakal calon non-Muslim.
“Saya sih nggak ada urusan dengan Hanura dan Nasdem karena mereka kan bukan partai berbasis Islam. Saya cuma mengeritik partai berasis Islam, gitu,” kata Dhani berdasarkan rekamanan wawancara langsung (live) oleh stasiun televisi TVOne melalui program berita Kabar Petang.
Rekaman itu beredar melalui YouTube dan Facebook.
Partai Hanura dan Partai Nasdem mendukung Ahok karena elite partai itu melihat Ahok berhasil memimpin Jakarta.
Warga Jakarta pun menginginkan mantan Bupati Belitung Timur itu kembali jadi gubernur untuk periode keduanya.
Namun, Dhani menyebut, jika ‘menjual’ sentiment agama atau bahkan secara general, SARA, mayoritas warga menolak Ahok kembali jadi gubernur.
“Mereka mengklaim bahwa rakyat itu mengingingkan Ahok. Itu adalah klaim ma***b*si ya, ma****asi, klaim on**i karena yang jelas hampir semua rakyat Jakarta yang Muslim tidak mau gubernurnya non-Muslim,” ujar Dhani menegaskan.
Pernyataan mantan suami Maia Estianty itu langsung ditanggapi presenter berita melalui pertanyaan, “ini survei dari?”
Namun, Dhani menghiraukannya.
Tanpa menjawab pertanyaan presenter, dia menyebut lagi ada survei soal persentase elektabilitas Ahok.
“Menurut survei, (elektabilitas) Ahok kan cuma 43 persen, artinya 67 persen rakyat Jakarta tak mau Ahok jadi gubernur,” ujar Dhani menyebutkan, sebagaimana tertera pada tayangan menit 06:50 hingga 07:00.
Jika dijumlah, klaim Dhani soal angka survei itu melebihi 100 persen.
Sebanyak 43+67 hasilnya 110.
Sebelumnya, Dhani menulis kicauan soal rendahnya rendahnya elektabilitas Ahok melalui akunnya pada Twitter.
“Elektabilitas ahok 43%menurut susvei mrk sendiri.artinya 57% tdk mau ahok...harusnya Nasdem&Hanura bela yg 57%...Logika Waras,” demikian kicauan Dhani.
Atas kicauannya itu, Dhani sempat diperingatkan tweeps jika dia typo (salah tulis).
Dhani menulis “susvei” padahal seharusnya “survei”.
Kicauan Dhani itu ternyata menyulut emosi tweeps lainnya.
Suami kedua Mulan Jameela ini di-bully.
Akun @goan_nino menulis kicauan, “banyak yang suka karya musikmu, tapi banyak yang muak sama kelakuanmu. Termasuk saya.. *anoying*.”
0 Comment to "Serang Ahok Pakai Kata Ma***basi dan O**ni di TV, Dhani Ternyata Tidak Faham Matematika"
Posting Komentar