Rabu, 17 Agustus 2016

Kisah Sedih : Pelukan Terakhir Anak Yatim Piatu yang Membuat Ribuan Orang Menagiss..

Udara begitu dingin malam itu. Ada dua orang anak kecil yang sedang duduk saling berdekapan di teras samping rumah tingkat yang gelap, tanpa penerangan sedikitpun. Hanya pancaran cahaya lampu jalan milik bebrapa rumah di sekitar kompleks itu yang menerangi gigil hebat tubuh mereka. 


Sang adik kira-kira baru berusia 6 th. sementara sang kakak berusia sekitar 8 – 9 th.. Badan sang kakak amat kurus dan gigilan badannya lebih hebat dibandingkan dengan adiknya yang sedang tertidur di dekapannya. Tak ada selimut, tak ada jaket, tak ada makanan. Mereka hanya mengenakan baju pendek dan celana pendek. 

Sang adik mendadak terbangun dan merintih karena perutnya merasa sakit. Sejak kemarin mereka belum makan. Mereka tidak punya duit sepeserpun walau hanya untuk beli sepotong roti. 

“ kak, perutnya sakit …” erang sang adik yang mau tidak mau membuat sang kakak jadi kebingungan. Ia pun sangat lapar serta kedinginan. Tapi, apa yang dapat mereka makan?? 

“ tidur aja, dik … besok pagi kita tentu bisa makan “ sang kakak berusaha menghibur adiknya walau suaranya semakin parau karena kedinginan. Sang adik pun tertidur, tapi sang kakak dapat merasakan bila sang adik sedang terisak di pelukannya. 

Sang kakak tahu, perut adiknya tentu begitu lapar, sama seprti dianya. Ia juga tidak tahu sampai kapan mereka akan tetap bertahan bila keadaannya seperti ini terus. 
Sejak dua hari yang lalu, ibu mereka meninggal dunia dan mereka telah tidak punya tempat tinggal lagi. Ayah merekapun telah lama meninggal. Mereka tidak miliki sanak saudara untuk mereka jadikan sebagai sandaran hidup. 

Akhirnya mereka terlunta-lunta di jalanan tanpa sedikitpun uang dan pakaian. Mereka diusir dari rumah kontrakan yang semula mereka tempati bersama ibu mereka. Anak kecil mana dapat bayar duit kontrakan, begitu alasan sang pemilik rumah kontrakan itu.  Sejak kemarin, mereka selalu berjalan tanpa maksud. Baru menjelang malam mereka sampai di teras rumah yang sekarang menaungi tubuh rapuh mereka. Sang kakak tidak terasa yakin mereka dapat melewati malam yang begitu dingin itu. 

Mereka tidak berani meminta tolong penduduk sekitar. Mereka masih kecil dan terlalu takut untuk meminta tolong. Karena mereka tau, mereka akan dipandang sebelah mata, dikira pengemis yang hanya berpura-pura mengemis untuk membiayai orang tua mereka yang pengangguran. 

Di tengah rintikan halus hujan malam yang dingin itu, dua orang kakak adik itupun tertidur dengan perut yang begitu lapar serta badan yang lemah, cuma berselimutkan badan satu sama lain yang saling berpelukan. 

Pagi harinya, waktu sang adik terbangun, ia menemukan kakaknya tengah merintih kesakitan sembari memegangi perutnya. Sang adik yang masih kecil itupun panik dan pada awalnya dia hanya dapat menangis. 

Tangisannya tersebut yang pada akhirnya mengundang perhatian penduduk sekitar. Semua orang berdatangan untuk lihat siapa yang menangis sepagi itu. Beberapa orang langsung menghampiri dua badan kurus itu lalu memeriksa keadaan mereka. 
Baju mereka basah kuyup dan tubuh sang kakak sangat panas. Beberapa orang yang lain mengambilkan pakaian untuk mereka, beberapa orang lagi memberikan makanan dan ada seorang ibu yang dengan baik hati mau mengolesi perut sang kakak dengan minyak angin karena sang kakak mengeluh perutnya amat sakit. 

Sang adik terdiam dari tangisannya dan dibawa oleh seorang penduduk ke rumahnya. Sementara sang kakak yang merintih kesakitan, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksa dokter. 

Rupanya, hari itu yaitu hari terakhir sang kakak beradik itu bertemu. Karena setelahnya, mereka tidak pernah bertemu lagi selamanya. Sang kakak meninggal dirumah sakit karena penyakit angin duduknya sudah sangat parah akibat kehujanan semalaman ditambah dengan perutnya yang kosong. Sang adik juga dirawat oleh salah seorang penduduk, ia selamat. 

Semoga bisa melembutkan hati kita semua.. 
Wallahu a'lam bish-shawab... 

Semoga bermanfaat dan Bisa Diambil Hikmah-Nya..
(Referensi : islamberdakwah.com)

Share this

0 Comment to "Kisah Sedih : Pelukan Terakhir Anak Yatim Piatu yang Membuat Ribuan Orang Menagiss.."

Posting Komentar